Foto: Uji Kompetensi Perhotelan dan SPA Therapist Digelar di Grand Istana Rama, Selasa (29/9/2026). (Sumber: Gung Kris)
BADUNG, Beritarealitas.com – Upaya memperkuat kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) pariwisata kembali dilakukan melalui Uji Kompetensi bidang Perhotelan dan SPA Therapist yang digelar di Grand Istana Rama Hotel, Kuta, Badung, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan peserta pendidikan dan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan secara teknis, tetapi juga memperoleh pengakuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri pariwisata.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D, lebih lanjut mengatakan uji kompetensi merupakan tahapan penting untuk memastikan keterampilan yang dimiliki peserta benar-benar terukur dan memenuhi standar yang dibutuhkan industri.
“Kita ingin pendidikan vokasi tidak berhenti pada proses belajar dan pelatihan. Kompetensi peserta harus dibuktikan melalui uji yang terukur, sehingga mereka memiliki pengakuan dan kepercayaan diri ketika masuk ke dunia kerja,” ujar Suparto.
Menurutnya, industri pariwisata membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga sikap profesional, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi serta pemahaman terhadap standar pelayanan.
“Perhotelan dan SPA merupakan sektor yang sangat membutuhkan tenaga kerja terampil. Karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan kualitas lulusan dengan kebutuhan industri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana, S.H., M.Si., menyambut positif pelaksanaan uji kompetensi kali ini.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM Badung yang memiliki keterampilan dan daya saing.
“Kami tentu sangat menyambut baik kegiatan ini. Badung merupakan daerah pariwisata, sehingga kebutuhan terhadap tenaga kerja yang kompeten, profesional dan memiliki sertifikasi menjadi sangat penting,” kata Dwipayana.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga lulusan lembaga pendidikan dan pelatihan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja.
“Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar memiliki kompetensi yang bisa diterapkan di industri. Dengan begitu, pendidikan dan pelatihan yang mereka jalani memiliki dampak nyata terhadap masa depan mereka,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Asep Rahman, A.Md.Par., S.Pd., Ketua Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Perhotelan & Kapal Pesiar 2026–2029.
Menurut Asep, uji kompetensi menjadi momentum penting untuk memastikan tenaga kerja bidang hospitality memiliki standar kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena uji kompetensi bukan sekadar mengejar sertifikat. Yang paling penting adalah memastikan peserta benar-benar kompeten dan mampu memenuhi standar kerja yang berlaku di industri perhotelan maupun kapal pesiar,” ungkap Asep.
Ia menambahkan, keberadaan LSK memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas proses sertifikasi sekaligus membangun kepercayaan industri terhadap kompetensi tenaga kerja.
“Industri membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja, bukan hanya memiliki ijazah. Karena itu, kompetensi teknis, sikap kerja dan standar pelayanan harus menjadi satu kesatuan,” jelasnya.
Pelaksanaan uji kompetensi yang kali ini diikuti oleh sebanyak 302 peserta dan melibatkan 12 penguji, secara tidak langsung memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan pelatihan, lembaga sertifikasi serta dunia industri dalam menyiapkan SDM pariwisata. (gk)



