Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi

Screenshot_20261001-183128_1
Sumber Foto: Humas

 

DENPASAR, Beritarealitas.com — Program bedah rumah di Bali memasuki fase percepatan. Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mengejar target bantuan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), menyusul masih adanya pekerjaan yang harus dituntaskan dalam sisa waktu 2026.

Progres tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri PKP terkait program APBN dan non-APBN di Provinsi Bali yang diikuti Gubernur Bali Wayan Koster secara virtual, Rabu (30/9) malam.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nusa Tenggara I, Lilik Lastantyo Adiarso, mengungkapkan dukungan Pemprov Bali turut mendorong peningkatan program perumahan di Bali.

Jika pada 2025 hanya terealisasi 31 unit, pada 2026 target bantuan perumahan meningkat menjadi 4.184 unit.

Dari target tersebut, sebanyak 387 unit telah rampung 100 persen. Sementara Surat Keputusan (SK) penerima bantuan yang telah terealisasi mencapai 1.410 unit.

Artinya, pekerjaan rumah masih cukup besar. Pemerintah dituntut bergerak cepat dalam waktu sekitar tiga bulan terakhir agar target program dapat tercapai.

“Terima kasih atas dukungan Pemprov Bali,” ujar Lilik dalam rapat tersebut.

Tak hanya bedah rumah, pemerintah juga menggarap penyediaan hunian vertikal. Salah satunya satu tower rumah susun di Denpasar yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja seni, dengan tipe 36 sebanyak 60 unit.

Di sisi lain, program perumahan melalui skema di luar APBN juga menunjukkan progres. Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah subsidi ditargetkan mencapai 1.114 unit pada 2026.

Sementara itu, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di Bali mencatat capaian 99,9 persen, dengan nilai penyaluran sekitar Rp1,003 triliun.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi tingginya penyaluran KUR Perumahan di Bali. Bahkan, BPD Bali tercatat berada di posisi kedua dalam penyaluran KUR Perumahan.

Baca Juga:  Gebrakan Koster Soal Aset Pemprov Bali: Jangan Sampai Aset Daerah Tidur, Harus Menghasilkan

Menurut Maruarar, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena menawarkan suku bunga 5 persen sejak awal hingga kredit lunas.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut capaian tersebut tidak hanya terjadi pada sektor KUR Perumahan, tetapi juga penyaluran KUR untuk berbagai sektor lainnya.

Koster menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas program perumahan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Program ini sangat menolong masyarakat Bali, khususnya yang kurang mampu,” kata Koster.

Koster juga menekankan agar program bedah rumah terus dipercepat. Menurutnya, penyediaan hunian layak bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar masyarakat Bali.

Dengan target 4.184 unit dan baru 387 unit yang dinyatakan rampung 100 persen, percepatan menjadi kunci agar program bedah rumah tidak berhenti pada angka penerima bantuan, tetapi benar-benar berujung pada rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan. (gk)