Hari Ketujuh Masih Nihil, SAR Hentikan Pencarian Gede Adimas

IMG-20261001-WA0002
Sumber Foto: SAR

 

BULELENG, Beritarealitas.com — Setelah tujuh hari menyisir laut dan daratan, pencarian terhadap Gede Adimas Raditya Wibawa, bocah 11 tahun yang dilaporkan terseret arus saat berenang di Pantai Gerokgak, Buleleng, akhirnya dihentikan.

Operasi SAR resmi ditutup di Kantor Desa Gerokgak, Rabu (30/9/2026). Hingga hari terakhir pencarian, keberadaan Gede Adimas belum berhasil ditemukan.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Dony Indrawan, mengatakan seluruh lokasi yang dicurigai telah disisir sejak hari pertama pencarian. Tim SAR gabungan bahkan memperluas pencarian hingga laut dan daratan.

“Operasi SAR hari ini kita hentikan dan akan dilanjutkan pemantauan serta koordinasi dengan kelompok-kelompok nelayan yang berada di pesisir utara Pantai Gerokgak,” ujar Dony.

Pada hari ketujuh, SRU laut menyisir area hingga sekitar 40 mil laut persegi (NM²), sementara pencarian melalui jalur darat dilakukan sejauh 5 kilometer.

Dony menegaskan, penghentian operasi bukan berarti upaya kemanusiaan sepenuhnya berakhir. Jika nantinya muncul tanda atau informasi baru yang mengarah pada keberadaan korban, operasi SAR dan evakuasi dapat kembali dibuka.

“Kita sudah melaksanakan pencarian secara maksimal sejak hari pertama. Jika sewaktu-waktu ada tanda-tanda baru, operasi dapat dibuka kembali,” tegasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.

“Terima kasih atas dedikasi serta kerja keras seluruh tim di lapangan. Semoga semangat kemanusiaan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari,” ungkapnya.

Selama tujuh hari operasi, pencarian melibatkan unsur Basarnas, Brimob Batalyon Kompi C Sat Brimob Polda Bali, Polairud Polda Bali, Polair Polres Buleleng, Polsek Gerokgak, Koramil 1609-08 Gerokgak, TNI AL Pos Celukan Bawang, KSOP Celukan Bawang, pemerintah kecamatan dan desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PT Cendana Indopearls, Bhuana Bali Rescue, keluarga korban hingga masyarakat setempat. (gk)

Baca Juga:  Koster Dukung Bali Bidik Tuan Rumah WCD 2031, 12 Ribu Peserta Jadi Potensi Ekonomi