103 Atlet Merah Putih Dilepas ke Asian Para Games 2026, Target 7 Emas dan Tembus 10 Besar!

IMG-20261014-WA0003
Sumber Foto: Istimewa

 

SURAKARTA, Beritarealitas.com – Misi mengharumkan nama bangsa kembali dimulai. Sebanyak 103 atlet disabilitas Indonesia resmi dilepas untuk berlaga di 5th Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan target tujuh medali emas dan menembus posisi 10 besar klasemen akhir.

Bukan sekadar mengejar medali, kontingen Merah Putih membawa semangat pantang menyerah, dedikasi, dan pembuktian bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mengukir prestasi di panggung internasional.

Pengukuhan dan pelepasan kontingen berlangsung di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026), dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Prof. Dr. Reda Manthovani, yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, menegaskan seluruh atlet telah menjalani pemusatan latihan, pembinaan, dan evaluasi untuk memastikan kesiapan menghadapi persaingan di tingkat Asia.

“Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh atlet Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi dalam setiap pertandingan,” tegas Reda.

Target 7 Emas, Perjuangan 12 Cabang Olahraga

Indonesia membidik tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh atlet untuk tampil maksimal dan menjaga konsistensi sepanjang kompetisi.

Sebanyak 103 atlet akan berjuang pada 12 cabang olahraga, yakni para atletik, para bulu tangkis, para renang, para angkat berat, para tenis meja, para panahan, para judo, boccia, para balap sepeda, para menembak, anggar kursi roda, dan para taekwondo.

Perjuangan mereka akan didukung pelatih, manajer, serta tenaga pendamping yang bertugas memastikan kebutuhan teknis dan nonteknis selama pertandingan terpenuhi.

Kontingen dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Selasa (13/10/2026), lebih awal sebelum upacara pembukaan pada 18 Oktober. Waktu tersebut diharapkan memberi kesempatan bagi atlet untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mematangkan persiapan menjelang pertandingan.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Bidik Pembentukan Tim Bayangan Porprov dan PON

Erick Thohir: Target Emas Harus Diperjuangkan

Dukungan pemerintah turut mengiringi keberangkatan para atlet. Menpora Erick Thohir mengapresiasi dedikasi atlet disabilitas yang telah membawa nama Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional.

Erick bahkan menyampaikan rencana untuk hadir langsung mendampingi kontingen di Nagoya sebagai bentuk dukungan moral bagi para pejuang olahraga Merah Putih.

“Tadi saya bicara sama Chef de Mission Prof. Reda, saya akan hadir mendampingi kalian. Mudah-mudahan ini juga saya membawa doa, yang penting doa, supaya kalian bisa jadi yang terbaik,” ujar Erick.

Ia juga menegaskan target tujuh medali emas harus menjadi motivasi bersama untuk memberikan hasil terbaik.

“Tadi disampaikan target tujuh medali emas, harus kita dapat. Ini prestasi yang luar biasa buat kita semua,” tandasnya.

Lebih dari Sekadar Medali

Asian Para Games 2026 bukan hanya panggung pembuktian kemampuan atlet, melainkan juga ruang untuk menunjukkan arti ketangguhan, disiplin, dan kesetaraan dalam olahraga prestasi.

Target tujuh emas dan posisi 10 besar tentu bukan perkara mudah. Persaingan ketat di level Asia menuntut kesiapan fisik, kekuatan mental, strategi, serta konsistensi di setiap pertandingan. (gk)

Anda tidak dapat mengambil content ini