Sumber Foto: ITDC
JAKARTA, Beritarealitas.com – Pengalaman pelanggan menjadi salah satu tolok ukur daya saing badan usaha milik negara (BUMN). Dalam ajang perdana Danantara CX-100 2026, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menempati peringkat ke-33, sedangkan PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) berada di posisi ke-79 dari 100 BUMN yang dinilai.
Capaian ini menjadi catatan bagi ITDC Group dalam memperkuat kualitas pelayanan, khususnya di sektor pariwisata yang menuntut kenyamanan, keamanan, dan pengalaman berkesan bagi pengunjung.
Bank Mandiri menduduki peringkat pertama dalam pemeringkatan tersebut. Sementara penghargaan utama diberikan kepada 10 BUMN dengan peringkat tertinggi.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan hasil pemeringkatan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjadikan pengalaman pelanggan sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis perusahaan.
“Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi ITDC Group untuk terus menjadikan pengalaman pelanggan sebagai bagian penting dalam setiap pengembangan layanan. Kami ingin memastikan setiap interaksi dengan pelanggan dan mitra dapat berlangsung secara lebih mudah, responsif, dan memberi nilai,” ujarnya.
ITDC mengklaim terus memperkuat layanan informasi, pengelolaan kawasan, kemudahan akses, serta pemanfaatan teknologi dan kolaborasi bersama tenant maupun mitra usaha. Upaya tersebut diterapkan di tiga destinasi yang dikelola, yakni The Nusa Dua, The Mandalika, dan Golo Mori.
Di sisi lain, posisi ke-79 yang diraih MGPA menjadi dorongan untuk menyempurnakan standar pelayanan dan memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan.
Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menegaskan pihaknya berkomitmen mendengarkan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkannya menjadi perbaikan layanan yang nyata.
“Bagi MGPA, capaian ini menjadi dorongan untuk terus menyempurnakan standar layanan dan membangun hubungan yang lebih baik dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Masuknya ITDC dan MGPA dalam Danantara CX-100 2026 menjadi pengakuan atas upaya penguatan pengalaman pelanggan. Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan posisi dalam pemeringkatan, melainkan memastikan peningkatan kualitas layanan benar-benar dirasakan oleh wisatawan, mitra usaha, dan seluruh pengguna layanan.
Di tengah persaingan destinasi pariwisata, kualitas pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan, menjaga reputasi, dan meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. (gk)



