Sumber foto: Pemkab Klungkung.
KLUNGKUNG, Beritarealitas.com — Bagi masyarakat Banjar Buluh, Kecamatan Nusa Penida, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jalan menjadi urat nadi yang menentukan seberapa mudah mereka bergerak, bersekolah, bekerja hingga mengakses berbagai pelayanan publik.
Harapan untuk memiliki akses jalan yang lebih layak kini mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menangani ruas Jalan Dusun Dungkap menuju Desa Batukandik, khususnya akses yang mengarah ke Banjar Buluh.
Peningkatan jalan sepanjang 1,8 kilometer itu mulai dikerjakan sejak 11 Agustus 2026. Proyek senilai Rp4,5 miliar tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung melalui Dana Pinjaman PT SMI Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan tidak hanya sebatas mengaspal badan jalan. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, mulai dari pengaspalan hotmix, pembangunan gorong-gorong, betonisasi bahu jalan hingga pekerjaan pasangan batu.
Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan peningkatan ruas tersebut diharapkan memberikan perubahan nyata terhadap mobilitas masyarakat Banjar Buluh.
“Dengan peningkatan tersebut, akses masyarakat Banjar Buluh diharapkan menjadi lebih baik, aman dan nyaman untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Rabu (9/9/26).
Bagi warga, perbaikan ini bukan sekadar persoalan infrastruktur. Jalan yang lebih baik berarti perjalanan yang lebih mudah dan aman, termasuk bagi masyarakat yang setiap hari harus keluar-masuk wilayah untuk memenuhi kebutuhan maupun mengakses fasilitas umum.
Salah satu yang ikut merasakan dampaknya adalah akses menuju sekolah. Kondisi jalan yang memadai menjadi bagian penting dalam memastikan mobilitas anak-anak dan masyarakat tidak terkendala, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Nusa Penida.
Pemerintah Kabupaten Klungkung menegaskan peningkatan infrastruktur jalan akan terus didorong, terutama pada ruas-ruas yang memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai instrumen untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas pelayanan publik.
Menariknya, pekerjaan ruas Dungkap-Batukandik sejauh ini menunjukkan perkembangan yang cukup positif.
Berdasarkan progres hingga 31 Agustus 2026, realisasi pekerjaan telah mencapai 0,621 persen, sedikit melampaui target yang ditetapkan sebesar 0,602 persen. Dengan demikian, proyek mencatat deviasi positif sebesar 0,019 persen.
Angka tersebut memang terlihat kecil. Namun bagi masyarakat yang menanti jalan lebih baik, setiap progres pekerjaan menjadi penanda bahwa perubahan sedang berjalan.
Jalan yang selama ini menjadi bagian dari keseharian warga Banjar Buluh kini tengah dipersiapkan untuk memberikan akses yang lebih aman dan nyaman. Harapannya, ketika pekerjaan rampung, manfaatnya tidak berhenti pada mulusnya permukaan jalan, tetapi ikut memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik dan kehidupan sosial masyarakat.
Pada akhirnya, pembangunan jalan Dungkap-Batukandik menjadi lebih dari sekadar proyek konstruksi. Ia adalah upaya menghadirkan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah Nusa Penida—agar jarak tidak lagi menjadi penghalang bagi warga untuk bergerak dan mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan. (gk)



