Empat Hari Dicari, Nelayan Jembrana Ditemukan Meninggal di Banyuwangi

IMG-20260914-WA0006
Foto: Dokumentasi Basarnas.

 

JEMBRANA, Beritarealitas.com — Empat hari penantian keluarga I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Jembrana, Bali, akhirnya berujung duka. Sugiarta yang sebelumnya hilang setelah sampannya pecah akibat menabrak kayu di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara Pantai Banyuwangi, Minggu (13/9/2026).

Jarak menjadi bagian dari panjangnya pencarian. Setelah dilaporkan hilang, Tim SAR Gabungan terus menyisir perairan yang diduga menjadi jalur hanyut korban. Pada hari keempat, pencarian kembali digelar meski kondisi laut tidak bersahabat.

Sejak pagi, penyisiran dipusatkan dari kawasan Pantai Pengambengan. Sejumlah alat utama sistem (alut) dikerahkan, di antaranya RIB 01 Gilimanuk dan RIB 02 Banyuwangi. Dua perahu milik keluarga korban juga ikut bergerak, menyisir perairan ke arah Banyuwangi.

Harapan untuk menemukan Sugiarta akhirnya muncul sekitar pukul 15.50 WITA.

Seorang nelayan Banyuwangi menemukan jasad di kawasan muara Pantai Banyuwangi. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tidak membawa identitas.

Jasad tersebut kemudian sempat dikuburkan karena identitas korban belum diketahui. Namun, informasi mengenai penemuan jasad segera diteruskan kepada Tim SAR Gabungan yang kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban.

Keluarga akhirnya memastikan bahwa jasad tersebut merupakan I Gusti Putu Sugiarta, nelayan asal Cupel yang selama empat hari menjadi fokus pencarian.

“Hari ini pencarian hari keempat terhadap nelayan yang berasal dari Cupel. Pelaksanaannya sudah kami laksanakan bersama Tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban sudah ditemukan dan nelayan membawa ke Pantai Pengambengan,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan.

Setelah identitas dipastikan, keluarga membawa jasad korban menggunakan perahu menuju Pantai Pengambengan. Sekitar pukul 17.00 WITA, perahu tersebut tiba di pantai.

Baca Juga:  Sejumlah Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Tim SAR Gabungan kemudian langsung melakukan proses evakuasi. Jasad korban selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans milik Polres Jembrana.

“Selanjutnya Tim SAR bersama Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi dan akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana,” jelas Dewa.

Operasi pencarian selama empat hari tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polair Polres Jembrana, Polres Jembrana, hingga nelayan dan masyarakat setempat. (Gk)