Bukan Sekadar Macet, Putu Suasta Soroti Keselamatan Warga di Kawasan Living World

20260923050916489400
Foto: Putu Suasta. (Sumber: Pribadi)

 

DENPASAR, Beritarealitas.com – Persoalan di kawasan Mall Living World Denpasar dinilai bukan sekadar masalah kemacetan. Keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan ruang publik juga perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan pengelola kawasan.

Pemerhati sosial Putu Suasta menilai kawasan Jalan Gatot Subroto, khususnya di depan Living World, perlu ditata ulang agar kepentingan bisnis tidak mengesampingkan hak masyarakat atas ruang publik yang aman dan nyaman.

Sorotan itu mencuat setelah kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan tersebut pada Kamis (13/8). Putu menilai peristiwa itu seharusnya menjadi momentum evaluasi, termasuk terhadap penerangan, separator jalan, trotoar, dan pengaturan arus kendaraan.

Putu bahkan mengajak Pemkot Denpasar belajar dari tata kelola ruang publik di China, salah satunya Huanglongxi, Chengdu, yang menurut pengamatannya mampu memadukan aktivitas ekonomi dengan ruang publik secara lebih proporsional.

“Kepentingan publik itu harus ada. Trotoar, tempat berjalan, dan ruang publik ditata secara proporsional sehingga masyarakat merasa nyaman,” ujar Putu, Kamis (24/9/2026).

Ia juga menyoroti minimnya penerangan pada pembatas jalan yang dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan pada malam hari.

“Lampu-lampu di malam hari itu tidak ada di pembatas jalan, sehingga sering disodok mobil,” katanya.

Putu berharap pengelola Living World bersama Pemkot Denpasar tidak hanya merespons setelah terjadi kecelakaan, tetapi melakukan pembenahan secara preventif.

“Antara kepentingan privat dengan kepentingan publik harus bisa dipadukan. Pemerintah kota bisa membantu meregulasi, sementara pengelola juga harus ikut menata ruang publiknya,” tegasnya. (gk)

Baca Juga:  9 Tahun Busana Adat Bali, dari Kebijakan Koster hingga Menjadi Bagian Keseharian “Nak Bali”