BMW Motorrad Days Bali 2026 Gaungkan The Nusa Dua sebagai Destinasi Event Internasional

Screenshot_20260926-204730_1
Foto: BMW Motorrad Days Bali 2026 di The Nusa Dua. (Atas Kiri) Marketing Manager BMW Motorrad Indonesia, Indra Adhiwijaya dan Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka. (Kolase: Gung Kris)

 

BADUNG, Beritarealitas.com— The Nusa Dua, Bali, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai destinasi pariwisata berkelas internasional dengan menjadi lokasi penyelenggaraan BMW Motorrad Days Bali 2026, yang berlangsung 24–26 September 2026 di Peninsula Island.

Ajang yang memadukan riding experience, otomotif, lifestyle, entertainment, budaya, dan komunitas tersebut menargetkan lebih dari 2.000 peserta dari dalam maupun luar negeri.

Marketing Manager BMW Motorrad Indonesia, Indra Adhiwijaya, mengatakan BMW Motorrad Days Bali tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya komunitas dan pecinta sepeda motor BMW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan dunia otomotif dengan gaya hidup dan pengalaman pariwisata Bali.

“BMW Motorrad Days Bali kami hadirkan bukan hanya sebagai riding event, tetapi sebagai sebuah experience. Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman berkendara, menikmati lifestyle, budaya, hospitality, sekaligus melihat langsung keindahan Bali,” ujar Indra Adhiwijaya, Marketing Manager BMW Motorrad Indonesia, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Indra, pemilihan Bali sebagai lokasi BMW Motorrad Days juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi peserta, khususnya karena Bali memiliki karakter destinasi yang kuat serta infrastruktur pariwisata yang mendukung penyelenggaraan event berskala internasional.

“Kami melihat Bali punya semuanya. Ada destinasi, ada budaya, ada komunitas, ada hospitality dan tentu saja jalur-jalur yang menarik untuk riding. Jadi experience yang kami tawarkan memang sangat lengkap,” katanya.

Ia menambahkan, BMW Motorrad Days Bali diharapkan tidak berhenti pada aktivitas otomotif semata. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara juga membuka peluang terjadinya interaksi yang lebih luas dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Bali.

Baca Juga:  Dari Kebiasaan Sehat Jadi Peluang Bisnis, Betty Dahliana Bidik Lima Cabang Juice Box di Bali

“Harapannya tentu event ini bisa memberikan dampak positif bagi Bali. Peserta datang, menginap, menikmati destinasi, kuliner, budaya dan berbagai aktivitas lainnya. Jadi ada economic impact yang ikut bergerak,” ujar Indra.

Sementara itu, Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menegaskan kehadiran BMW Motorrad Days Bali bersama Bali International Fashion Week (BIFW) 2026 menunjukkan kemampuan The Nusa Dua dalam mengakomodasi berbagai karakter event internasional.

BMW Motorrad Days Bali berlangsung di Peninsula Island, sementara BIFW 2026 digelar di Museum Pasifika. Dua event tersebut menghadirkan karakter berbeda, mulai dari otomotif, lifestyle, fashion, seni hingga budaya.

“ITDC memastikan penguatan destinasi berjalan seiring dengan aktivasi event internasional. Di The Nusa Dua, rejuvenasi dan event seperti BIFW serta BMW Motorrad Days memperkuat destination experience,” kata Troy.

Menurutnya, progres rejuvenasi The Nusa Dua telah mencapai 58,53 persen, meliputi peningkatan infrastruktur, aksesibilitas, ruang publik, fasilitas hingga destination experience.

Kinerja kawasan juga tercermin dari tingkat okupansi pada Agustus 2026 yang mencapai 86,87 persen, dengan 385.293 kunjungan dan rata-rata lama tinggal 2,87 malam.

ITDC menilai penyelenggaraan event internasional perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi. Dengan demikian, event tidak hanya menghadirkan keramaian sesaat, tetapi juga mendorong pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Konsep serupa juga dipersiapkan ITDC untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di The Mandalika, yang dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober 2026.

Kesiapan penyelenggaraan MotoGP disebut telah mencapai sekitar 95 persen. Per 21 September 2026, penjualan tiket telah mencapai 59 persen atau lebih dari 18 ribu tiket, dengan 16,2 persen pembeli berasal dari luar negeri.

Troy menegaskan MotoGP diposisikan bukan semata-mata sebagai pertandingan balap, tetapi sebagai katalisator sport tourism dan ekonomi lokal.

Baca Juga:  Prof. Bandem Apresiasi "A Leaf Of Bali", Kisah Bali dari Mata Jurnalis Tiongkok

“Di The Mandalika, MotoGP 2026 dipersiapkan tidak hanya sebagai sporting event, tetapi sebagai katalisator pariwisata dan multiplier effect bagi masyarakat serta ekonomi lokal,” ujarnya.

Ekosistem penyelenggaraan MotoGP 2026 sendiri melibatkan sekitar 2.200 volunteer dan 213 UMKM. ITDC mendorong agar pergerakan wisatawan, lama tinggal dan belanja wisatawan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi hotel, transportasi, F&B, UMKM, ekonomi kreatif, destinasi wisata hingga tenaga kerja lokal.

Dengan BMW Motorrad Days Bali dan BIFW di The Nusa Dua, serta MotoGP di The Mandalika, ITDC memperkuat strategi menjadikan event internasional sebagai bagian dari pengembangan destinasi sekaligus penggerak ekonomi pariwisata di Bali dan Nusa Tenggara Barat. (gk)