Guruh Soekarnoputra Berpulang, Sang Seniman yang Melampaui Nama Besar Bung Karno

IMG-20260926-WA0012
Sumber Foto: Istimewa

 

JAKARTA, Beritarealitas.com – Guruh Soekarnoputra tidak sekadar dikenal sebagai putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno. Sepanjang hidupnya, ia membangun identitas sendiri sebagai seniman, komponis, koreografer dan budayawan.

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra lahir di Jakarta, 13 Januari 1953. Kecintaannya terhadap seni tumbuh sejak kecil. Ia mempelajari berbagai tari tradisional, bermain piano hingga mengembangkan karya musik yang memadukan unsur modern dengan budaya Nusantara.

Salah satu karya pentingnya adalah Guruh Gipsy pada 1975 yang memadukan musik progresif dengan gamelan Bali. Dua tahun kemudian, ia mendirikan Swara Mahardhika, wadah kesenian yang melahirkan berbagai pertunjukan besar seperti Untukmu Indonesiaku, Gilang Indonesia Gemilang dan Jak Jak Jak Jakarta.

Karya Guruh juga merambah dunia perfilman dan sejumlah festival musik. Ia menjadikan seni sebagai ruang untuk memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya Indonesia.

Di luar panggung seni, Guruh juga terjun ke politik dan pernah menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.

Kepergiannya meninggalkan ruang kosong dalam dunia seni Indonesia. Namun, warisannya tetap hidup melalui musik, tari dan berbagai karya kebudayaan yang telah ia lahirkan selama lebih dari lima dekade.

Guruh mewarisi nama besar Soekarno, tetapi memilih meninggalkan jejaknya sendiri melalui seni.

Baca Juga:  Suahasil Naik ke Kursi Menkeu, APBN Diuji: Sehat di Angka, Sejahtera di Rakyat?