Bukan Sekadar Bantuan, Koster Buka Jalan Masa Depan Siswa Kurang Mampu

IMG-20261012-WA0007
Foto: Penyerahan bantuan sosial pendidikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Senin (12/10/2026). (Sumber: Humas)

 

DENPASAR, Beritarealitas.com – Bantuan pendidikan bukan sekadar uang yang masuk ke rekening, tetapi juga peluang bagi anak-anak kurang mampu untuk mempertahankan masa depan mereka. Pesan itu tercermin dalam penyerahan bantuan sosial pendidikan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Senin (12/10/2026).

Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari I Putu Agus Arta Wiguna, siswa kelas XI SMK Negeri 1 Denpasar. Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Agus bertahan hidup menggunakan tabungan peninggalan almarhum neneknya, dengan pengeluaran sekitar Rp20 ribu sehari untuk membeli makanan.

Kini, Agus menerima bantuan pendidikan sebesar Rp18 juta. Ia mengaku bersyukur atas perhatian tersebut dan berencana mencari pekerjaan setelah menamatkan pendidikan SMK.

“Dengan adanya bantuan dari Bapak Gubernur Bali, Saya sangat berterima kasih,” ungkap Agus.

Selain Agus, bantuan masing-masing Rp18 juta diberikan kepada I Komang Sukranata dan I Nyoman Karisnendra Putra. Sementara Ni Luh Putu Sugiani menerima Rp12 juta. Seluruh bantuan disalurkan melalui rekening Bank BPD Bali.

Koster berpesan agar bantuan digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk menunjang pendidikan.

“Ini Bapak berikan untuk satu semester. Ingat belajar yang rajin,” pesannya.

Tak hanya pendidikan, Koster juga memastikan bantuan bedah rumah bagi Wayan Subamia, orang tua Sugiani, yang tinggal di rumah tidak layak huni. Bantuan pendidikan turut diberikan kepada Ni Putu Saraswati Maharani Devidasi yang tengah mengajukan perpanjangan studi di University of British Columbia, Kanada.

Bantuan ini menjadi langkah untuk meringankan beban keluarga sekaligus menjaga agar keterbatasan ekonomi tidak memutus kesempatan anak-anak mengenyam pendidikan.

Baca Juga:  Dari Kelas Sederhana hingga Cetak SDM Perhotelan Handal, Kisah Inspiratif Ni Made Milati Membangun BEC Academy

Kisah Agus menjadi gambaran bahwa di balik kebutuhan biaya sekolah, ada persoalan hidup yang jauh lebih mendasar. Tantangannya bukan hanya memastikan anak tetap bersekolah, tetapi juga memberi mereka kesempatan membangun kehidupan yang lebih mandiri. (gk)

Anda tidak dapat mengambil content ini