Foto: I Made Wiraguna ilustrasi Ai. (Sumber: Pribadi)
BADUNG, Beritarealitas.com – Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Bali dinilai bukan sekadar persoalan distribusi, tetapi menjadi alarm bagi ketahanan energi Pulau Dewata. Tokoh masyarakat Mengwi, I Made Wiraguna alias Bli Denok, mendorong pembenahan sistem pasokan, cadangan stok, hingga transparansi informasi kepada masyarakat.
Ketua Pembina Yayasan Tri Hita Karana Jambangan ini menilai, ketergantungan pasokan melalui jalur laut, lonjakan kebutuhan pariwisata, serta kepanikan masyarakat perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
“Kami tidak dalam posisi menyalahkan pemerintah, Pertamina, maupun masyarakat. Mari kita bedah akar masalahnya secara jernih demi Bali yang kita cintai. Energi adalah urat nadi pariwisata dan hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Bli Denok menawarkan solusi bertahap, mulai dari pembaruan informasi stok secara berkala, pengawasan distribusi di SPBU strategis, evaluasi kuota berdasarkan kebutuhan riil, hingga peningkatan kapasitas penyimpanan BBM sebagai cadangan penyangga.
Dalam jangka panjang, ia juga mendorong percepatan energi bersih melalui PLTS atap, kendaraan listrik, dan transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan Bali terhadap bahan bakar fosil.
Menurutnya, ketersediaan energi merupakan bagian dari tanggung jawab negara sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. Karena itu, krisis BBM harus dijadikan momentum memperkuat sistem energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Krisis ini bukan untuk saling menuding, melainkan untuk diselesaikan bersama melalui kolaborasi,” ujarnya.
Bli Denok berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pertamina tidak hanya fokus menambah pasokan saat krisis, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang agar antrean serupa tidak terus berulang.
“Persoalannya bukan hanya berapa banyak BBM dikirim ke Bali, tetapi bagaimana memastikan pasokan sampai kepada masyarakat secara tepat dan berkelanjutan.” tutupnya. (Gk)



