ASN Kabupaten Malang Gagas Kerja Sama Wisata Malang Raya–Bali, Bidik Transfer Pengetahuan hingga Promosi Internasional

IMG-20261029-WA0001
Sumber foto: Istimewa

 

MALANG, Beritarealitas.com – Potensi pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Di balik destinasi yang menarik, dibutuhkan tata kelola profesional, strategi promosi yang kuat, serta kolaborasi lintas wilayah agar mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Fifi Indayati, S.Sos., M.Si., Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, menggagas kerja sama pengembangan pariwisata antara Malang Raya dan Bali melalui skema sister city.

Gagasan ini berangkat dari hasil kajian akademiknya yang melihat adanya peluang saling melengkapi antara kedua wilayah. Malang Raya memiliki kekayaan wisata alam, budaya, serta desa wisata yang autentik. Sementara Bali dinilai memiliki pengalaman lebih matang dalam pengelolaan desa wisata, pelayanan hospitality, hingga membangun jaringan promosi di tingkat internasional.

“Bali sudah sangat matang dari sisi manajemen desa wisata, hospitality dan jaringan promosi internasional. Sementara Malang Raya punya kekayaan alam, budaya dan desa wisata yang otentik. Jika Malang Raya dan Bali bisa bersister city, maka akan terjadi transfer pengetahuan, promosi bersama, dan penguatan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) kita,” jelas Fifi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat daya saing destinasi wisata Malang Raya. Bukan sekadar memperkenalkan objek wisata kepada pasar yang lebih luas, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan destinasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi salah satu aspek penting yang disoroti. Sebab, masyarakat bukan hanya menjadi penonton perkembangan pariwisata, melainkan harus terlibat langsung sebagai pelaku yang memperoleh manfaat dari pertumbuhan sektor tersebut.

Baca Juga:  CCTV Ungkap Dugaan Tragis Satu Keluarga Australia di Kuta, Ayah Diduga Bunuh Dua Anak Sebelum Bunuh Diri

Di sisi lain, pengalaman Bali dalam membangun ekosistem pariwisata dapat menjadi referensi bagi Malang Raya untuk mengembangkan destinasi secara lebih terarah. Sebaliknya, kekayaan alam dan budaya Malang Raya berpotensi menjadi daya tarik yang memperluas pilihan perjalanan wisatawan.

Tak Ingin Berhenti Sebagai Kajian Akademik

Fifi berharap gagasan kerja sama Malang Raya–Bali tidak berhenti sebagai dokumen akademik yang tersimpan di perpustakaan kampus. Ia ingin hasil penelitiannya dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengembangan pariwisata.

“Harapan saya, hasil tesis ini tidak hanya berhenti di perpustakaan kampus, tetapi bisa menjadi masukan kebijakan bagi pemerintah daerah untuk berani membuka kerja sama lintas provinsi,” pungkasnya.

Harapan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pengembangan pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah dinilai penting untuk memperluas jaringan promosi, meningkatkan kapasitas pengelola destinasi, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (gk(

Anda tidak dapat mengambil content ini