Endek Bali Dibawa ke Arena Zumba, Putri Koster Dorong Warisan Leluhur Tembus Dunia

Screenshot_20260921-183212_1
Sumber Foto: Istimewa

 

BULELENG, Beritarealitas.com – Kain endek Bali tak lagi hanya identik dengan busana adat maupun kegiatan seremonial. Di tangan kreativitas masyarakat, kain warisan leluhur itu mulai dibawa ke ruang yang lebih modern, termasuk arena olahraga.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Endek Energetic: Heritage in Motion” yang digelar di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/9/2026). Ratusan peserta mengikuti olahraga zumba dengan mengenakan kostum bernuansa kain endek Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, melihat perpaduan budaya dan olahraga tersebut sebagai salah satu cara kreatif untuk membuat endek semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi masa kini.

Menurutnya, pelestarian warisan budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal. Endek harus terus digunakan, dikenalkan, dan diberi ruang untuk berkembang mengikuti dinamika kehidupan masyarakat.

“Menjaga kelestarian warisan leluhur merupakan kewajiban kita bersama tanpa terkecuali. Semakin banyak yang mengetahui keberadaan endek, mengenal, menggunakan, dan mencintai produk lokal kita, maka semakin kuat pula upaya kita menjaga dan melestarikannya,” ujar Putri Koster.

Ia menilai semakin luas penggunaan endek, semakin besar pula peluang bagi produk para perajin untuk bertahan dan berkembang. Dampaknya tidak hanya pada aspek budaya, tetapi juga menyentuh keberlangsungan ekonomi kreatif dan regenerasi perajin.

“Tidak hanya warisan leluhur yang kita jaga dan lestarikan, tetapi perputaran perekonomian dan regenerasi perajin kain tenun juga semakin banyak yang lahir,” katanya.

Dari Panggung Budaya ke Gaya Hidup Modern

Putri Koster menekankan bahwa promosi endek harus dilakukan melalui berbagai ruang, mulai dari fesyen, seni, olahraga hingga aktivitas kreatif masyarakat.

Zumba dinilai menjadi salah satu medium yang menarik karena mampu menghadirkan endek dalam suasana yang santai, aktif, dan melibatkan berbagai kalangan.

Baca Juga:  Harga Beras di Bali Masih di Atas HET, Polda Telusuri Rantai Distribusi dari Pasar hingga Distributor

“Penggunaan kain endek tentu saja pengenalannya tidak kami batasi agar semakin dikenal dan mendunia,” ujarnya.

Ia bahkan berharap kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan promosi endek dapat digelar secara rutin. Salah satunya dengan menjadikan kegiatan zumba bertema endek sebagai agenda dua kali dalam setahun.

“Zumba ini diharapkan menjadi wadah bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk berkreativitas sekaligus menjadi sehat. Kegiatan seperti ini saya harapkan dilaksanakan dua kali setahun,” kata Putri Koster.

Endek Ditargetkan Menembus Pasar Internasional

Tak berhenti di Bali, Putri Koster juga mendorong agar pengenalan endek diperluas hingga ke tingkat internasional.

Menurutnya, semakin banyak orang menggunakan dan memperkenalkan endek dalam berbagai aktivitas, semakin terbuka peluang kain tradisional Bali tersebut dikenal di luar daerah bahkan mancanegara.

Kegiatan seperti “Endek Energetic: Heritage in Motion” juga dinilai dapat menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pelaku UMKM, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, hingga sektor olahraga.

Menariknya, Putri Koster turut mendorong lahirnya Zin Zumba asal Bali yang tidak hanya mampu tampil di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kemampuan dan sertifikasi untuk berkiprah di panggung internasional.

“Jangan hanya kita yang mengundang zin dari luar negeri, tetapi kita juga harus bisa menjadi zin zumba yang diundang oleh negara lain,” tegasnya.

Buleleng Dorong Endek Jadi Penggerak UMKM

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, saat membacakan sambutan Bupati Buleleng, menyebut “Endek Energetic: Heritage in Motion” sebagai kegiatan yang memadukan pelestarian budaya dengan gaya hidup modern.

Kolaborasi antara kain tradisional dan olahraga dinilai menjadi pendekatan inovatif untuk memperkenalkan endek kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga:  Ombak Setinggi 4 Meter Hadang Pencarian, I Nyoman Budiana Masih Hilang di Perairan Manta Point

Pemkab Buleleng juga menyatakan komitmennya mendukung kegiatan yang mampu menjaga keberadaan warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan UMKM kain tenun.

Kreativitas dalam produksi maupun pemanfaatan endek diharapkan membuat kain tradisional tersebut semakin dikenal, termasuk di pasar internasional. Pada saat yang sama, geliat tersebut diharapkan memberi dampak terhadap keberlangsungan usaha para perajin di Buleleng dan Bali.

Hadirkan Zin dari Jerman dan Chili

Ketua panitia pelaksana, Zin Laksmi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan endek dengan pendekatan yang berbeda.

“Endek Energetic: Heritage in Motion” menghadirkan dua Zin Zumba internasional, yakni Damla Amanat dari Jerman dan Rodrigo Rocco dari Chili. Puluhan Zin Zumba asal Bali juga turut ambil bagian.

Kehadiran instruktur dari dalam dan luar negeri membuat kegiatan tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi sekaligus menjadi panggung promosi budaya Bali.

Endek pun tampil dalam suasana yang dinamis, energik, dan kekinian. Dari gerakan zumba hingga kostum yang dikenakan peserta, kain tradisional Bali mendapatkan ruang baru untuk terus hidup dan dikenali generasi masa kini.

Bagi Bali, langkah semacam ini menunjukkan bahwa melestarikan budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara-cara lama. Endek justru dapat tetap hidup ketika mampu masuk ke dalam gaya hidup modern tanpa kehilangan identitas budayanya. (gk)