Foto: Klarifikasi Dewa Merta Sedana terkait berita viral penutupan akses petani di Subak Munggu, bersama jajaran Satpol PP Bali dan DPRD Bali, Selasa, (15/9/2026). (Sumber: Gung Kris)
BADUNG, Beritarealitas.com — Isu mengenai penutupan akses jalan bagi petani dan pekaseh Subak di Munggu mendapat bantahan dari Dewa Merta Sedana alias Ajik Toyota, Selasa, (15/9/2026).
Ia menegaskan tidak pernah menutup akses jalan yang menjadi jalur aktivitas para petani.
“Tidak pernah menutup akses. Justru kami membuatkan akses untuk para petani subak dan pekaseh,” tegas Ajik Toyota.
Sebaliknya, Ajik Toyota menyebut dirinya justru ikut menyediakan akses agar petani dan pekaseh tetap dapat menjalankan kegiatan pertanian di subak tersebut. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut tidak digiring hanya dari satu sisi tanpa melihat kondisi dan fakta di lapangan.
Menurutnya, tudingan mengenai penutupan akses berpotensi membentuk persepsi yang keliru apabila tidak disertai penjelasan menyeluruh mengenai kondisi jalan, fungsi akses, serta proses yang terjadi di lapangan.
“Persoalan ini menjadi penting diluruskan karena menyangkut kepentingan petani dan keberlangsungan aktivitas Subak,” tegasnya.
Ia menegaskan, akses menuju lahan pertanian bukan sekadar persoalan jalan, tetapi berkaitan langsung dengan mobilitas petani, pengangkutan sarana produksi hingga pengelolaan lahan.
Ajik Toyota menambahkan, bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan untuk memutus akses petani. Justru, penyediaan akses tersebut menurutnya merupakan bentuk upaya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Karena itu, ia berharap polemik tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak. Fakta di lapangan, menurutnya, harus menjadi pijakan utama untuk menilai apakah benar terjadi penutupan akses atau justru terdapat upaya membuka dan menyediakan jalur bagi kepentingan petani. (gk)



