Narayan Seva Sansthan dan PUSPADI Bali Wujudkan Harapan Kemandirian Para Penyandang Disabilitas

IMG-20261009-WA0005
Foto: pemeriksaan dan pengukuran kaki palsu gratis di Annika Linden Centre, Denpasar Timur, Jumat (9/10/2026). (Sumber: Gung Kris)

 

DENPASAR, Beritarealitas.com – Bagi sebagian orang, melangkah merupakan aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Namun, bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki palsu, kesempatan untuk kembali bergerak lebih leluasa bisa menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian.

Kebutuhan itulah yang menjadi perhatian Narayan Seva Sansthan bersama PUSPADI Bali melalui program pemeriksaan dan pengukuran kaki palsu gratis di Annika Linden Centre, Denpasar Timur, Jumat (9/10/2026).

Berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, program ini tidak hanya menyediakan layanan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk mendapatkan alat bantu mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di balik kegiatan bertajuk kemanusiaan tersebut, terdapat persoalan yang lebih luas, yakni pentingnya akses terhadap alat bantu yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari, memperluas ruang gerak, serta meningkatkan kepercayaan diri penyandang disabilitas.

Perwakilan yayasan, Sonia Kaur, mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan kaki palsu.

“Melalui program ini, kami ingin membantu saudara-saudara penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan untuk meningkatkan mobilitas dan kemandirian mereka. Kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat nyata serta membuka harapan baru bagi para penerima manfaat,” ujar Sonia.

Menurutnya, dukungan terhadap penyandang disabilitas tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga perlu diarahkan untuk membantu mereka menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri.

Hal senada dirasakan Nyoman, warga Renon yang menjadi salah satu penerima manfaat. Baginya, kesempatan mengikuti pemeriksaan dan pengukuran kaki palsu gratis menjadi langkah penting untuk menunjang aktivitasnya.

“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti program ini. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami. Harapannya, dengan adanya kaki palsu yang sesuai kebutuhan, saya bisa lebih mudah beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri,” ungkap Nyoman.

Baca Juga:  Personel Ditsamapta Polda Bali Turun Tangan Bantu Distribusi BBM

Pengalaman Nyoman memperlihatkan bahwa arti sebuah bantuan tidak semata-mata terletak pada barang yang diberikan, tetapi juga pada kesempatan yang terbuka setelahnya.

Kaki palsu bukan sekadar alat bantu fisik. Bagi penerimanya, alat tersebut dapat menjadi penunjang untuk kembali beraktivitas, menjalankan rutinitas, dan berpartisipasi lebih luas dalam kehidupan sosial.

Kolaborasi Narayan Seva Sansthan dan PUSPADI Bali pun menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadirkan layanan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. (gk)

Anda tidak dapat mengambil content ini