Sumber Foto: Humas
BANTEN, Beritarealitas.com – Vakum bukan berarti tamat. Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indonesia) mulai menggerakkan kembali mesin organisasinya di Provinsi Banten. Sebanyak 50 pemuda Hindu menyatakan siap berhimpun, membuka jalan bagi kebangkitan organisasi yang sempat mengalami kevakuman.
Langkah konsolidasi itu mengemuka dalam pertemuan bertajuk “Mendorong Peran Pemuda Hindu Banten di Kancah Nasional”, Minggu (18/10/2026). Jajaran Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradah Indonesia hadir untuk membangun kembali komunikasi, menyatukan semangat, sekaligus mendorong pengaktifan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Peradah Banten.
Sekretaris Jenderal DPN Peradah Indonesia, Ricky Satriawan, mengungkapkan, perjalanan Peradah di Banten bukan tanpa hambatan. Sejak dekade 1990-an, organisasi ini menghadapi berbagai dinamika, termasuk penolakan. Peradah sempat kembali eksis pada 2017, tetapi aktivitasnya kembali vakum.
Kini, konsolidasi kembali dilakukan. Bukan sekadar menghidupkan kepengurusan di atas kertas, melainkan membangun wadah agar pemuda Hindu memiliki ruang untuk berkembang, memperkuat kapasitas, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Pengaktifan kembali Peradah di Banten bukan sekadar menghidupkan struktur organisasi, tetapi juga membangun ruang bersama bagi pemuda Hindu untuk belajar, bertumbuh, dan mengambil peran yang lebih besar,” menjadi semangat yang ditekankan dalam konsolidasi tersebut.
Persoalan Umat Tak Cukup Hanya Dibicarakan
Dalam pertemuan itu, Ricky juga menyoroti sejumlah persoalan keumatan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari kesejahteraan umat, pendidikan agama Hindu, hingga keterwakilan umat Hindu dalam pemerintahan dan pengambilan kebijakan.
Menurutnya, pemuda Hindu tidak cukup hanya menjadi penonton ketika persoalan umat dibicarakan. Diperlukan generasi muda yang kompeten, berintegritas, serta berani masuk ke ruang-ruang strategis untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kita berharap dengan hadirnya pemuda Hindu yang kompeten dan berintegritas dapat memperluas kontribusi umat sekaligus memastikan aspirasi masyarakat Hindu untuk turut menjadi pertimbangan dalam proses pembangunan,” jelas pria asal Lampung tersebut.
Ricky turut mengingatkan bahwa Peradah memiliki sejarah panjang sebagai organisasi kepemudaan Hindu di Indonesia. Sejak Mahasabha pertama pada 11 Maret 1984 di Kaliurang, Yogyakarta, Peradah membawa semangat mencetak generasi pemimpin dan wirausahawan muda yang berlandaskan Dharma.
Semangat tersebut, kata dia, tetap relevan di tengah perubahan zaman. Pemuda Hindu dituntut tidak hanya memiliki karakter dan pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Pertemuan ini difasilitasi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banten, Bimas Hindu Banten, Aliansi Pemuda Hindu Banten, serta Tim Pengaktifan Kembali DPP Peradah Banten.
Kesepakatan sekitar 50 pemuda Hindu untuk berhimpun menjadi modal awal bagi proses konsolidasi berikutnya. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan semangat yang telah terbangun tidak berhenti sebagai deklarasi, melainkan berlanjut hingga terbentuk kepengurusan yang aktif dan berkelanjutan.
Kebangkitan Peradah di Banten pun diharapkan menjadi lebih dari sekadar momentum organisasi. Ini adalah kesempatan bagi generasi muda Hindu untuk memperkuat persatuan, menyiapkan kader pemimpin, serta memastikan suara dan aspirasi umat turut hadir dalam dinamika pembangunan nasional. (Gk)



