Alit Kelakan Desak Pertamina Gempur Kelangkaan BBM Bali, 29.000 KL Pertalite Disiapkan!

IMG-20261013-WA0010
Foto: Kunjungan Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan di Pertamina Patra Niaga Bali, Selasa (13/10/2026). (Sumber: Gung Kris)

 

DENPASAR, Beritarealitas.com – Kelangkaan Pertalite yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Bali mendapat sorotan keras Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kelakan. Tak cukup menyebut stok aman, ia mendesak Pertamina membuktikan pemulihan pasokan langsung di lapangan.

Dalam pertemuan dengan Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Bali, Alam Kanda Winali, di Kantor Pertamina Patra Niaga Denpasar, Selasa (13/10/2026), Alit mendorong pengerahan lebih dari 11.000 kiloliter (KL) Pertalite dari Depot Sanggaran dan Integrated Terminal (IT) Manggis, disertai optimalisasi distribusi selama 24 jam.

“Di permukaan aman, aman, aman, tapi fakta lapangannya tidak aman. Kita enggak bisa bicara angka, stok aman, tetapi fakta lapangannya bermasalah,” tegas Alit.

Ia menilai kelangkaan yang terjadi saat kondisi cuaca relatif normal dan bukan periode hari raya perlu dijelaskan secara terbuka. Apalagi, persoalan serupa dinilai tidak boleh terus berulang tanpa evaluasi menyeluruh.

Dari pemetaan pasokan, Depot Sanggaran memiliki 1.200 KL Pertalite dengan dukungan 27 armada distribusi. Sementara IT Manggis menyimpan 10.300 KL dengan 74 armada. Alit mendesak seluruh armada dikerahkan untuk mempercepat suplai, terutama ke Denpasar, Badung, dan Tabanan yang mengalami antrean panjang.

“Saya suruh tadi agar ini dikerahkan semua hari ini, yang stok 1.200 itu ke SPBU Badung, Denpasar, Tabanan, prioritas yang antreannya panjang,” ujarnya.

Di sisi lain, Alam memastikan depot dan mobil tangki Pertamina dioperasikan penuh selama 24 jam. Distribusi ke wilayah prioritas kini dioptimalkan melalui dua jalur, yakni Sanggaran dan Manggis, agar pengiriman lebih cepat dan frekuensi pengisian SPBU meningkat.

Baca Juga:  Sengketa Lahan Batu Ampar Berlanjut, Bukti Tertulis Dicocokkan dengan Asli, Sidang Lapangan Menanti

“Armada mobil tangki ini sudah kita operasikan full 24 jam. Depot kami juga beroperasi 24 jam. Kebutuhan inilah yang sedang kami upayakan untuk segera kita tambah pasokan supply-nya,” kata Alam.

Tak berhenti pada langkah darurat, tambahan pasokan Pertalite sekitar 29.000 KL juga dijadwalkan masuk melalui kapal tanker pada pekan ini. Rinciannya, 3.000 KL untuk Sanggaran dan 26.000 KL untuk IT Manggis, sesuai jadwal yang disampaikan dalam pertemuan.

Bagi Alit, pengerahan stok dan tambahan kapal tanker harus berujung pada satu hal: Pertalite benar-benar tersedia di SPBU dan masyarakat tak lagi menghabiskan waktu dalam antrean panjang.

“Untuk Pertalite ini gempur, langsung kerahkan!” tandasnya.

Kini, tantangan Pertamina bukan sekadar memastikan angka persediaan di depot, melainkan membuktikan kelancaran distribusi hingga ke dispenser SPBU. Sebab, bagi masyarakat yang masih mengantre, ukuran stok aman bukanlah laporan di atas kertas, tetapi BBM yang tersedia saat dibutuhkan.

Sementara menanggapi lonjakan kebutuhan konsumsi dan munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan, Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali mengumumkan peningkatan status operasional distribusi BBM hingga titik maksimum terhitung sejak Selasa (13/10/2026).

Dalam sesi wawancara di Kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Bali, Denpasar, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Bali, Alam Kanda Winali menjelaskan bahwa seluruh fasilitas penyaluran BBM, mulai dari terminal bahan bakar hingga armada mobil tangki pengangkut, kini dioperasikan secara penuh selama 24 jam nonstop.

Langkah ekstra ini diambil untuk mempercepat pengisian ulang tangki pendam SPBU yang sempat mengering akibat dinamika konsumsi masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

“Armada mobil tangki ini sudah kita operasikan full 24 jam. Depot kami juga beroperasi 24 jam,” ungkap Alam.

Baca Juga:  Klarifikasi Berita Viral, Ajik Toyota Ungkap Fakta Jalan Subak Munggu: “Justru Kami yang Buatkan Jalan”

“Kebutuhan inilah yang sedang kami upayakan untuk segera kita tambah pasokan supply-nya. Dan ini ada kapal di Sanggaran masuk, ini nanti akan menambah supply untuk percepatan di Denpasar dan Badung,” jelasnya.

Alam memaparkan bahwa rekayasa pola distribusi dilakukan dengan mengaktifkan kembali peran pengiriman dari Depot Sanggaran di Denpasar.

Jika sebelumnya pasokan BBM untuk wilayah perkotaan Bali sangat bergantung pada Integrated Terminal (IT) Manggis di Karangasem yang berjarak cukup jauh, kini Depot Sanggaran ikut difungsikan secara intensif sebagai pusat suplai sekunder.

Keberadaan Depot Sanggaran dinilai sangat efektif dan efisien karena lokasinya yang dekat dengan pusat konsumsi utama di Denpasar dan Badung.

Kedekatan jarak ini memungkinkan mobil tangki melakukan ritase atau frekuensi pengiriman bolak-balik dalam jumlah yang lebih banyak dan durasi yang jauh lebih singkat.

Pertamina optimistis percepatan distribusi dari dua depot sekaligus ini akan mempercepat pemulihan ketersediaan Pertalite di seluruh SPBU mitra. (Gk)

Anda tidak dapat mengambil content ini