Antrean BBM Bikin Warga Kepanasan, Ketut Sudiarsa dan Semeton MSP Turun Tangan Bagikan Nasi Bungkus

IMG-20261015-WA0007
Sumber foto: Semeton MSP

 

DENPASAR, Beritarealitas.com  –  Di tengah antrean BBM yang mengular dan warga yang harus berjam-jam menunggu di SPBU, kepedulian tak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata. I Ketut Sudiarsa bersama komunitas Semeton MSP memilih turun langsung, membagikan makanan dan air minum kepada masyarakat yang terdampak situasi tersebut.

Aksi sosial yang digelar di kawasan Renon dan sekitarnya, Kamis (15/10/2026), menjadi bentuk solidaritas bagi warga yang harus bertahan di bawah terik matahari demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Sebanyak 6.000 nasi bungkus dan 30 dus air minum kemasan disiapkan untuk dibagikan secara gratis di empat titik SPBU wilayah Denpasar. Kegiatan dimulai pukul 11.00 WITA, saat antrean kendaraan masih menyita waktu dan tenaga masyarakat.

Inisiator kegiatan, I Ketut Sudiarsa, mengaku tergerak setelah melihat langsung kondisi warga yang mengantre panjang, bahkan hingga berkilometer.

“Kami prihatin melihat antrean masyarakat yang mengular sampai berkilometer. Mereka terlihat lapar serta lelah karena kepanasan. Untuk itulah kami hadir, sekadar untuk membantu menghilangkan rasa lapar dan dahaga mereka,” ujar Sudiarsa.

Namun, bagi Sudiarsa, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan membagikan makanan. Ia juga mendorong agar operasional SPBU dipertimbangkan selama 24 jam untuk membantu mengurai antrean dan mencegah situasi berkembang menjadi kerawanan sosial.

Ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut berbagi, sekaligus berharap langkah konkret segera dilakukan agar warga tidak terus terjebak dalam antrean panjang.

Sementara itu, Ketua Semeton MSP, I Made Somya Putra, S.H., M.H., mengajak masyarakat tetap tenang dan bijak menghadapi persoalan ketersediaan BBM. Menurutnya, situasi sulit seperti ini membutuhkan kepedulian bersama, bukan sekadar keluhan.

“Semoga kesulitan ini cepat berlalu dan keadaan kembali pulih. Kita pernah melewati masa yang jauh lebih parah dari ini, yaitu saat pandemi COVID-19,” tutur advokat yang juga Managing Partner The Somya International Law Office tersebut.

Baca Juga:  BBM Bali Langka, Pemprov Terapkan WFH Tiga Hari, Sekolah dan Kampus Daring

Somya menegaskan, semangat gotong royong perlu kembali menjadi kekuatan masyarakat ketika keadaan sedang tidak menentu. Di tengah persoalan global yang turut memengaruhi berbagai negara, aksi nyata dinilai lebih bermanfaat untuk membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan.

“Daripada sekadar mengeluh, kita pilih bergerak konkret saja untuk membantu masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat,” pungkasnya.

Aksi Ketut Sudiarsa dan Semeton MSP menjadi pengingat bahwa di balik panjangnya antrean BBM, ada masyarakat yang harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan aktivitas sehari-hari demi mendapatkan bahan bakar. (bk/gk)

Anda tidak dapat mengambil content ini