Bukan Sekadar Ijazah, OTC Bali Siapkan 1.250 Lulusan yang Tembus Dunia Kerja Internasional

IMG-20261024-WA0004
Foto: Suasana wisuda XI OTC di BNDCC, Sabtu (24/10/2026). (Sumber: Gung Kris)

 

BADUNG, Beritarealitas.com – Overseas Training Center (OTC) Bali kembali mencetak lulusan melalui Wisuda ke-XI yang melepas sebanyak 1.250 mahasiswa di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kuta Selatan, Badung, Sabtu (24/10/2026).

Tak sekadar membagikan ijazah, lembaga pendidikan vokasi ini mengusung misi besar: membuka jalan bagi lulusannya untuk menembus pasar kerja internasional.

Founder & CEO Overseas International Center (OTC) Bali, I Wayan Rediyasa, S.E., M.Tr.Par., menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan inovasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja global.

Melalui OTC Bali dan Poltek OTC, mahasiswa dipersiapkan tidak hanya melalui pendidikan dan praktik, tetapi juga diarahkan menuju penempatan kerja di luar negeri melalui kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) resmi, di antaranya PT Millennium Muda Mandiri dan PT Pussat.

Rediyasa menyebut Taiwan sebagai salah satu negara tujuan penempatan dengan peluang penghasilan yang menjanjikan. Ia mengklaim mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat diberangkatkan untuk bekerja di Taiwan, dengan potensi penghasilan minimal Rp18 juta per bulan.

“Bagi mahasiswa-mahasiswi yang ingin ke Taiwan, kecuali mereka sakit dan kriminal, pihaknya bisa pastikan mereka bisa join ke Taiwan dengan kuota minimum 18 juta rupiah per bulan. Ini luar biasa selama satu tahun mereka ke sana,” ujar Rediyasa.

Tak berhenti di Taiwan, jaringan penempatan kerja Poltek Odisi juga menjangkau Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Hong Kong. Khusus Amerika Serikat, Rediyasa menyampaikan bahwa lulusan yang berhasil ditempatkan berpeluang memperoleh penghasilan minimal Rp50 juta per bulan.

Menurutnya, perpaduan pendidikan singkat, praktik manajemen dan supervisi, serta pengalaman kerja internasional menjadi strategi untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan taraf hidup lulusan.

Baca Juga:  PP KMHDI Soroti RUU Reforma Agraria, Pertanyakan Jaminan Pengawasan BRAN

Rediyasa juga menyampaikan optimisme bahwa program tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi para alumni. Ia menyebut lulusan ditargetkan tidak hanya membawa ijazah sarjana dan pengalaman kerja internasional selama dua tahun, tetapi juga memiliki tabungan minimal Rp800 juta.

Meski demikian, peluang penempatan, besaran penghasilan, dan target tabungan tersebut merupakan klaim serta proyeksi yang disampaikan pihak OTC dan tetap bergantung pada persyaratan, kontrak kerja, serta realisasi masing-masing program.

I Nyoman Parta

Di sisi lain, Anggota III DPR RI, I Nyoman Parta, saat menghadiri acara wisuda turut memberikan pesan penting kepada 1.250 wisudawan yang bersiap memasuki dunia kerja, termasuk mereka yang akan merantau ke luar negeri.

Parta mengingatkan bahwa kesejahteraan bukan sesuatu yang datang secara instan, melainkan hasil dari perjuangan, kerja keras, dan kedisiplinan.

“Kesejahteraan tidak jatuh dari langit. Kesejahteraan tidak tiba-tiba jatuh dari langit. Ia adalah buah dan hasil dari perjuangan,” tegas Parta.

Ia berpesan agar para lulusan tidak melupakan tujuan awal merantau, yakni bekerja, memperbaiki kehidupan, serta membahagiakan keluarga. Kesempatan kerja di luar negeri, menurut pesan yang disampaikannya, harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab dan tidak disia-siakan untuk kegiatan negatif seperti perjudian.

Parta juga mengingatkan para wisudawan agar selalu mengingat pengorbanan orang tua yang telah mengeluarkan biaya, tenaga, dan perhatian demi mengantarkan anak-anak mereka hingga ke gerbang kesuksesan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan semata-mata tentang besarnya penghasilan, tetapi juga bagaimana para lulusan mampu menjaga kepercayaan keluarga, bekerja secara profesional, dan membangun masa depan yang lebih baik. (gk)

Anda tidak dapat mengambil content ini