Sepekan Jelang AEE, Bandara Ngurah Rai Uji Kesiapan Hadapi Tiga Skenario Darurat

IMG-20260916-WA0000
Sumber Foto: Angkasa Pura

 

BADUNG, Beritarealitas.com — Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mematangkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Sepekan menjelang pelaksanaan Airport Emergency Exercise (AEE), seluruh komunitas bandara mulai memastikan personel, prosedur hingga koordinasi lintas instansi benar-benar siap ketika situasi darurat terjadi, Selasa, (15/9/2026).

Latihan penanggulangan keadaan darurat skala penuh (full scale exercise) tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 September 2026.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan AEE bukan sekadar simulasi, tetapi menjadi momentum untuk menguji sejauh mana kesiapan seluruh pihak dalam merespons keadaan darurat secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

“Sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan di Pulau Bali, kami berkomitmen untuk senantiasa memastikan aspek keamanan dan keselamatan operasional penerbangan dan kebandarudaraan selalu terjaga,” ujar Nugroho.

Dalam AEE kali ini, terdapat tiga skenario utama yang akan diuji, yakni Building Fire Exercise untuk penanganan kebakaran gedung, Airport Security Exercise terkait gangguan keamanan, serta Aircraft Accident Exercise yang mensimulasikan penanganan kecelakaan pesawat.

Menurut Nugroho, latihan tersebut juga digunakan untuk menguji efektivitas Airport Emergency Plan (AEP) sekaligus melihat kesiapan jalur komando, komunikasi dan koordinasi antarunit maupun instansi terkait.

Skenario dibuat menyerupai kondisi darurat sebenarnya. Dengan begitu, berbagai potensi kendala dapat ditemukan dan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan prosedur yang berlaku.

“Kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap peran dan tanggung jawabnya masing-masing,” kata Nugroho.

Pihak bandara juga mengimbau pengguna jasa tidak panik apabila melihat aktivitas simulasi pada 23 September mendatang. Seluruh rangkaian AEE merupakan kegiatan terencana dan terkoordinasi, sementara operasional penerbangan tetap berjalan sebagaimana mestinya. (gk)

Baca Juga:  Mangrove Pedungan Terdampak Kebocoran BBM, Upaya Pemulihan Pertamina Kini Jadi Sorotan