Ilustrasi: AI
DENPASAR, Beritarealitas.com — Nama Nyoman Tirtawan kembali mengemuka dengan cerita tentang kiprahnya saat menjadi anggota DPRD Bali. Ia mengklaim pernah mengambil langkah yang berujung pada pembatalan penggunaan anggaran sekitar Rp98 miliar yang sebelumnya telah disiapkan untuk kebutuhan KPUD dan Bawaslu Bali pada momentum Pilgub Bali 2018.
Tirtawan bahkan menyebut dirinya sebagai satu dari sedikit—bahkan menurut versinya, satu-satunya—anggota DPR di Indonesia yang memberikan kontribusi nyata melalui pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat.
“Kalau dihitung dengan biaya yang dikeluarkan negara untuk menggaji saya, negara justru sangat beruntung. Saat itu gaji dan tunjangan saya sekitar Rp65 juta. Tetapi saya bisa menyelamatkan Rp98 miliar APBD Bali,” ujar Tirtawan dalam keterangannya.
Ia mengaitkan kisah tersebut dengan sikap politiknya ketika berada di DPRD Bali. Menurut Tirtawan, keberaniannya mempertanyakan sekaligus melawan keputusan politik saat itu membuat dirinya berhadapan dengan berbagai kepentingan di lingkungan parlemen daerah.
Ia juga menggunakan istilah keras untuk menggambarkan dinamika politik yang dialaminya. Tirtawan menyebut dirinya “ditendang dari kandang poliTIKUS” karena memilih berseberangan dengan kelompok-kelompok politik yang menurutnya memiliki kepentingan terhadap pengelolaan anggaran daerah.
Namun, klaim tersebut merupakan versi Tirtawan dan perlu ditempatkan dalam konteks fakta serta dokumen penganggaran yang berlaku pada saat itu.
Menurut dia, anggaran sekitar Rp98 miliar tersebut sebelumnya telah melalui proses pembahasan hingga diketok dalam APBD dan telah dicairkan untuk pos KPUD serta Bawaslu Bali. Melalui langkah yang ia sebut sebagai aksi “cowboy nan heroik”, penggunaan anggaran tersebut akhirnya dapat dibatalkan.
Bagi Tirtawan, peristiwa itu bukan sekadar catatan perjalanan politik, melainkan bagian dari pengabdian seorang anggota legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan kepentingan publik.
“Negara dan masyarakat tidak bisa melupakan begitu saja pengabdian yang hakiki dari seorang Nyoman Tirtawan,” tegasnya.
Kisah Rp98 miliar tersebut pun menjadi bagian penting dari narasi politik Tirtawan tentang bagaimana seorang anggota legislatif berhadapan dengan keputusan anggaran yang telah disepakati.
Di sisi lain, klaim mengenai proses pembatalan anggaran, mekanisme pencairan, serta kontribusi langsung Tirtawan terhadap penyelamatan anggaran tersebut tetap membutuhkan penelusuran berdasarkan dokumen resmi dan kronologi penganggaran Pilgub Bali 2018. (Gk)



