Dari Shopping ke Boarding, Sira Village Bawa Layanan Ala Bandara ke Tengah Pusat Belanja

IMG-20261003-WA0002
Foto: ilustrasi Flight Information Display System (FIDS), Ai. (Gung Kris)

 

DENPASAR, Beritarealitas.com – Hari terakhir liburan di Bali biasanya menjadi momen yang dilematis bagi wisatawan. Di satu sisi masih ingin menikmati waktu dengan berbelanja, namun di sisi lain ada kekhawatiran tertinggal pesawat karena harus mengejar jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kini, kekhawatiran itu coba dijawab Sira Village Grand Outlet Bali dengan menghadirkan pengalaman yang berbeda. Sejak 23 September 2026, outlet yang disebut sebagai surga outlet branded pertama dan terbesar di Bali tersebut resmi mengoperasikan Flight Information Display System (FIDS).

Fasilitas yang selama ini identik dengan area bandara tersebut kini hadir di pusat perbelanjaan. Ditempatkan di Information Center, Main Lobby, FIDS memungkinkan pengunjung memantau jadwal penerbangan secara real-time, mulai dari nama maskapai, nomor penerbangan, kota tujuan, nomor gate hingga status penerbangan domestik maupun internasional.

Langkah ini menjadi relevan di tengah tingginya mobilitas penerbangan Bali. Berdasarkan data InJourney Airports, pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 80 ribu pergerakan pesawat dengan jumlah penumpang mencapai lebih dari 13,2 juta orang.

Di tengah angka mobilitas tersebut, Sira Village mencoba mengambil posisi bukan sekadar sebagai tempat berbelanja, tetapi sebagai bagian dari perjalanan wisatawan sebelum meninggalkan Pulau Dewata.

Berlokasi di kawasan KEK Kura Kura Bali, Sira Village berjarak sekitar 20 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dalam kondisi lalu lintas normal.

Konsep tersebut semakin lengkap dengan kehadiran complimentary shuttle bus yang menghubungkan Sira Village dengan terminal domestik maupun internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Layanan ini tersedia sebanyak lima kali perjalanan setiap hari.

Baca Juga:  Sengketa Subak Kerdung Memanas, Kubu Darmawan Minta Putusan Perdata Tak Dicampuradukkan dengan Perkara Pidana

Bagi wisatawan, kombinasi fasilitas tersebut menjadi kemudahan tersendiri.

Lucy, wisatawan asal Jombang, Jawa Timur, mengaku keberadaan FIDS membuat dirinya lebih tenang saat berbelanja sebelum kembali ke daerah asal.

“Iya, baru pertama kali sih ke Sira Village. Kalau ada papan informasi penerbangan ini sih mempermudah ya, jadi nggak takut telat. Karena kadang kita lupa ngecek harus jam berapa berangkat ke bandara,” ujar Lucy.

Pengalaman serupa disampaikan Eva, wisatawan asal Lombok. Ia memilih memanfaatkan shuttle bus menuju bandara karena dinilai lebih praktis dan menghemat waktu.

“Aku ke bandara naik shuttle bus, karena katanya kan Sira Village juga menyediakan ya. Membantu banget sih, karena jadi lebih hemat waktu juga,” ungkap Eva.

Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, mengatakan kehadiran FIDS dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin memanfaatkan waktu terakhir liburannya tanpa dihantui kekhawatiran tertinggal pesawat.

“Kami sangat memahami bahwa hari terakhir liburan sering kali dibayangi kekhawatiran tertinggal pesawat. Oleh karena itu, kehadiran FIDS ini bukan sekadar pembaruan fasilitas, melainkan cara kami memberikan kenyamanan dalam berbagai aspek bagi para pengunjung,” ujar Tantowi.

Menurutnya, pengalaman wisatawan tidak berhenti pada aktivitas berbelanja. Sira Village ingin mengintegrasikan aktivitas retail dengan perjalanan wisatawan hingga menuju bandara.

“Kami ingin wisatawan bisa menitipkan koper mereka, berbelanja dengan santai, memantau penerbangan, lalu berangkat ke bandara menggunakan shuttle bus kami tanpa harus terburu-buru. Ini tentang menghadirkan pengalaman berbelanja yang terintegrasi dengan perjalanan wisatawan,” lanjutnya.

Untuk mendukung konsep tersebut, Sira Village juga menyediakan locker penyimpanan yang dapat menampung barang bawaan, termasuk koper berukuran hingga 30 inci.

Dengan begitu, wisatawan yang telah membawa koper tidak harus terus menenteng barang bawaan saat menjelajahi outlet.

Baca Juga:  Forum Pimred Anugerahkan Pena Emas kepada KSP Dudung, Dorong Sinergi Pers dan Pemerintah

Waktu menunggu keberangkatan pun dapat dimanfaatkan untuk menikmati berbagai fasilitas. Sejumlah brand seperti Cole Haan, Guess dan Havaianas hadir bagi pengunjung yang ingin melakukan retail therapy.

Sementara wisatawan yang ingin menghabiskan waktu dengan suasana lebih tenang dapat mengunjungi Kinokuniya untuk memilih buku bacaan, atau menikmati perawatan facial dan relaksasi di Glow & Go.

Pada akhirnya, FIDS menjadi lebih dari sekadar papan informasi penerbangan. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana sebuah destinasi retail mulai berupaya masuk lebih jauh ke dalam pola perjalanan wisatawan.

Dari datang untuk berbelanja, menitipkan koper, memantau jadwal penerbangan, hingga menuju bandara menggunakan shuttle bus, seluruh rangkaian tersebut dirancang berada dalam satu pengalaman perjalanan. (gk)